Monday, June 20, 2011

The King’s Speech

So the other day, I went to see The King’s Speech in theatre.

Why, you ask, considering I’ve already seen it both in the original and with Vietsub on my computer, and already wrote a review for it? Well, because I’m weird like that. I wanted to see what the sound would be like in theatre, seeing as, you know, sound is a big part of the movie.

The theatre had a grand total of 7 people. Oh yes. This might be because it was a Monday evening but you know, that’s a pretty miserable number. That said, I do concur that this isn’t a film for the masses of Vietnam. It’s probably predictable that not many would want to sit through a film consisting of two men talking when they could be watching Pirates 4 (which literally bored me to sleep), or Super 8, or Kung Fu Panda 2. (By the way we were treated to a dose of Pirates 4 soundtrack just before the movie started as the sound from the room next to us drifted in.) Also the fact that it only comes to theatre now means that people have had time to download it off the internet and do fansub for it. In fact, the fansub version had a more witty translation than the theatre subtitles.

Hearing the soundtrack on speakers at the theatre alone was worth the price ticket (and considering it was a Monday evening, the ticket was cheap. Well, cheap, for Megastar standards.)  Of course, seeing mega-sized close-ups of Colin Firth was nice too.

Anyway, as I said, this movie probably isn’t for everyone, seeing as it is about two men in a room talking. You would think such a film would be pretty boring, but it’s surprisingly funny. Before I watched it, I expected it to be dramatic and moving, but I didn’t expect it to be funny. I haven’t watched a film where I enjoyed its humour so much in a long time. And it’s not the Pirates brand of humour either, it’s an incredibly serious subject but broken up by the British dry sense of humour.  You have to love a movie where the Archibishop of Cantebury is described as “pouncing up the steps” in the least disrespectful tone possible and a king’s coronation is simply: “Four short responses, kiss the book, sign the oath and you’re king! Easy!”

(I should just refer you to the Memorable Quotes section on IMDb.)

Geoffrey Rush was delightfully funny as Lionel Logue and Colin Firth so deserved that Oscar. It’s long overdue too. Helena Bonham Carter did this film in between filming for Harry Potter and you can’t get two more different characters than Bellatrix Lestrange and the Duchess of York. The only slightly nit-picky issue I had with the movie was that the children don’t age! Elizabeth and Margaret remained the exact same age from 1936 to 1939.

I’m still in awe at how accurately Colin Firth delivered the ending speech compared to the original recording that the real George VI did. It’s almost indistinguishable. Yes, part of that is probably due to sound editing, but still, it’s amazingly similar.  The similarity is even more pronounced when you hear it on speakers in the theatre and you get all the back echoes of the radio.

If you haven’t seen this yet, please go see it. It can’t be missed. Su You Peng agrees with me :P. (I didn't go looking for this, I stumbled on this while stalking actors on weibo :P.)

---------------

And speaking Harry Potter, WHY MUST THEY WAIT UNTIL DEATHLY HALLOWS PART 2 TO REFUSE TO SCREEN IT IN VIETNAM??? WHY? WHY MUST I RESORT TO ILLEGAL DOWNLOAD TO SEE A MOVIE THAT I WOULD DEFINITELY PAY TO SEE AT LEAST ONCE, IF NOT TWICE??

Thursday, June 2, 2011

Dullahan, Legenda Penunggang Kuda Tanpa Kepala

Diantara sekian banyak legenda yang berkenaan mengenai malaikat kematian, Dullahan kiranya salah satu yang paling mengerikan. Disinyalir berasal dari legenda Irlandia, makhluk ini memiliki penampakan yang dapat membuat bulu kuduk siapapun berdiri seketika. Hampir seluruh catatan sejarah maupun mitos mengenai Dullahan menyebutkan bahwa makhluk dari lain tersebut tidak memiliki kepala di tempat yang seharusnya. Jadi kepala sang dewa kematian tersebut selalu dibawa di tangannya, tidak menempel di leher!!

Konon tujuannya adalah agar tangan dapat mengangkat kepala tinggi-tinggi sehingga Dullahan bisa melihat lebih jauh daerah sekitarnya. Wajah Dullahan digambarkan putih pucat, dengan mulut sobek lebar dari satu telinga ke telinga lainnya. Matanya yang kecil bewarna hitam dan menatap dengan sangat tajam; saking tajamnya sampai-sampai siapapun yang melihatnya akan terpaku seketika. Kepala Dullahan juga diliputi aura kehijauan. Aura tersebut membantu Dullahan untuk melihat keadaan sekeliling, jadi kepalanya juga berfungsi sebagai lentera penerang.


Ciri khas Dullahan lainnya adalah cambuk yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi, dimana cambuk tersebut konon dibuat dari sulaman tubuh manusia yang sudah meninggal. Penggambaran perawakan Dullahan dari leher ke bawah, memiliki variasi yang lebih beragam. Namun pada umumnya ia memiliki tubuh yang tinggi dengan balutan jubah bewarna hitam. Sebagian kalangan menyebutkanbahwa Dullahan menunggangi seekor kuda hitam, tetapi ada yang menyebutkan bahwa kereta suram yang ditarik oleh 6 ekor kuda hitam merupakan kendaraan Dullahan. Kereta tersebut pun dihiasi dengan objek-objek berbau kematian, dimana hiasan yang paling populer dalam legenda Dullahan adalah tengkorak-tengkorak yang digunakan sebagai alas lilin!! Yang pasti Dullahan selalu muncul dengan aura kegelapan.

Asal-muasal Dullahan diwarnai dengan mitos yang beragam. Salah satunya mengisahkan bahwa makhluk ini merupakan penjelmaan dari salah satu Dewa Kesuburan Celtic bernama Crom Dubh. Dewa tersebut dipuja habis-habisan oleh para raja kuno, terutama Tighermas yang merupakan salah seorang raja terkenal di Irlandia. Setiap tahun Tighermas mengurbankan nyawa-nyawa manusia untuk menyenangkan Crom Dubh. Tapi tradisi pengurbanan manusia ini terhapus pada abad ke-6 setelah masehi, ketika agama Kristen masuk ke Irlandia, dimana kepercayaan para Kristiani akhirnya menghapus kebiasaan kurban manusia yang dianggap sangat tidak berprikemanusiaan. Meski tradisinya dilupakan namun tidak demikian dengan nama besar dan sepak terjang Crom Dubh terus mendatangi manusia untuk mengambil nyawa mereka.

Alasan mengapa Dullahan begitu ditakuti adalah karena penampakan Dullahan biasanya menandakan kematian. Tidak seperti Banshee yang memberikan peringatan terlebih dahulu, makhluk ini bekerja cepat dimana hanya dengan dipanggil namanya saja maka nama orang tersebut akan dicabut. Konon Dullahan sangat senang berkeliaran di tengan festival atau perayaan, khususnya pada perayaan penghormatan Crom Dubh selaku Dewa Kesuburan. Festival tersebut, yang dirayakan oleh rakyat Irlandia, diadakan pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September. Setelah menemukan targetnya maka Dullahan akan bergerak setelah festival berakhir, tepatnya ketika si target sendirian. Versi lain menyebutkan bahwa jika Dullahan berhenti di depan seorang manusia yang masih hidup makan orang tersebut akan segera meninggal.


Hal lain yang membuat Dullahan menjadi malaikat kematian yang sangat disegani adalah sifatnya yang sangat individualis. Ia sangat tidak suka dipergoki ketika melancarkan aksinya, dan siapapun yang secara sengaja maupun tidak sengaja melihat sosoknya maka orang itu akan disirami darah. Jika terkena, kemungkinan besar orang tersebut adalah target Dullahan selanjutnya!! Namun selain menyiramkan darah, Dullahan akan mencambuk mata orang yang melihatnya sampai buta. Kelebihan lain dari sosok pencabut nyawa ini adalah kemampuannya dalam menerobos hambatan apapun, entah itu gerbang besi dengan kunci-kunci baja sampai persembunyian paling apik sekalipun. Jadi percuma saja bersembunyi atau mempertahankan diri jika Dullahan sudah mengincar nyawa seseorang.Hal lain yang membuat Dullahan menjadi malaikat kematian yang sangat disegani adalah sifatnya yang sangat individualis. Ia sangat tidak suka dipergoki ketika melancarkan aksinya, dan siapapun yang secara sengaja maupun tidak sengaja melihat sosoknya maka orang itu akan disirami darah. Jika terkena, kemungkinan besar orang tersebut adalah target Dullahan selanjutnya!! Namun selain menyiramkan darah, Dullahan akan mencambuk mata orang yang melihatnya sampai buta. Kelebihan lain dari sosok pencabut nyawa ini adalah kemampuannya dalam menerobos hambatan apapun, entah itu gerbang besi dengan kunci-kunci baja sampai persembunyian paling apik sekalipun. Jadi percuma saja bersembunyi atau mempertahankan diri jika Dullahan sudah mengincar nyawa seseorang.

Diantara segala kengerian mengenai kekuatan Dullahan, sang pencabut nyawa ternyata mempunyai satu kelemahan. Entah mengapa, Dullahan tidak suka dengan emas murni. Bahkan satu koin kecil namun terbuat dari emas murni kabarnya sudah mampu membuat sosok ini tidak mampu mendekat. Oleh karena itu, dalam festival perayaan Crom Dubh biasanya orang-orang Irlandia yang merayakan selalu mengantongi (minimalnya) satu koin emas supaya terhindar dari kejaran Dullahan.


source: http://tongberisi.blogspot.com/2010/05/dullahan-legenda-penunggang-kuda-tanpa.html

Wednesday, June 1, 2011

Sonam on the cover of Marie Claire's Anniversary issue! (June 2011)


Sonam on the cover of Marie Claire's Anniversary issue! (June 2011).
Check out the hot Sonam Kapoor Latest Magazine Scan.
Sonam Kapoor Almost Topless Hot Pic.